Sejak dikembangkan pada pertengahan dekade 90-an, teknologi informasi atau Information Technology (IT) telah berkembang dengan pesat. Seiring dengan perkembangannya, IT tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, namun juga telah membawa kemajuan positif dan peningkatan efektivitas dalam berbagai bidang. Sebagai contoh adalah fungsi dari internet sebagai salah satu contoh media IT yang umum dipergunakan. Dewasa ini internet dianggap sebagai peluang bisnis yang menjanjikan dan media pendidikan global. Bahkan di negara maju, masyarakat bisa mencari rumah kontrakan dan lowongan pekerjaan melalui internet.
Namun, besarnya peluang dan kemudahan yang ditawarkan tersebut kadang harus terbentur dengan keterbatasan prasarana yang tersedia. Di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung atau Medan, layanan IT mungkin dapat diakses dengan harga yang sangat murah. Tetapi untuk masyarakat yang tinggal di kota-kota Kabupaten yang tidak begitu besar atau bahkan kecil, biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan layanan tersebut sangatlah tinggi.
Di Kabupaten Asahan sendiri, jumlah prasarana IT untuk publik dan jumlah yang tersedia pada Dinas/Instansi Pemerintah Daerah juga sangat minim. Hal ini sangat ironis dengan salah satu agenda Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Asahan yaitu peningkatan kapasitas SDM aparatur Pemerintah dan masyarakat, karena di tengah perkembangan proses globalisasi seperti saat ini tidak mungkin keunggulan SDM dapat dicapai tanpa dukungan prasarana IT yang memadai.
Kehadiran Perpustakaan Daerah Kabupaten Asahan diharapkan dapat menjadi salah satu solusi atas masalah di atas. Disamping sebagai taman bacaan masyarakat, Perpustakaan Daerah juga harus mampu berfungsi sebagai IT Center yaitu merupakan tempat untuk mengakses informasi, berkomunikasi dan mendapatkan layanan sosial dan ekonomi dengan menggunakan sarana teknologi informasi dan komunikasi berupa komputer dan sambungan langsung ke internet.
Sebagai IT Center, Perpustakaan Daerah perlu dilengkapi minimal 10 buah komputer yang terkoneksi ke internet, beberapa buah printer, program-program aplikasi yang dibutuhkan dan beberapa perangkat lain. Disamping itu, IT Center juga perlu dikelola oleh seorang manajer khusus ditambah minimal seorang pendamping teknis dan seorang administrator IT. Dengan fasilitas dan tenaga pengelola tersebut, masyarakat dapat menikmati layanan IT secara gratis.
Dengan IT Center, masyarakat tidak hanya dapat memperoleh pengetahuan dari buku-buku cetak yang jumlahnya sangat terbatas, namun juga dapat mengakses bahan-bahan bacaan lain seperti buku, majalah atau jurnal yang banyak tersedia di internet. Kemudian dari pada itu, Perpustakaan Daerah nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, namun juga tempat untuk mencari pekerjaan, tempat untuk memasarkan produk-produk lokal, tempat untuk mempromosikan sumber daya alam Kabupaten Asahan dan lain sebagainya.
HIDUP ASAHAN..!
mudah mudahan asahan memanfaatkan teknologi informasi number one..
btw jika bupatinya yang itu ampek kiamatpun asahan akan gaptek bos..
tips kategori bupati asahan:
1. muda
2. tidak sakitan ampe mati
3. berpengalaman di IT
4. menguasai database seperti anda
5. memanfaatkan sektor hasil utama asahan menggunakan teknologi
6. memberi tender kepada putra daerah
7. korupsi di semua negara kecuali indonesia
By: bogo on July 4, 2008
at 5:56 am
hai salam aja dari ambon
By: kene on January 11, 2009
at 9:22 am