UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mengimplikasikan urgensi data dalam sistem perencanaan pembangunan nasional. Data adalah dasar dalam menetapkan sasaran pembangunan yang terukur untuk beberapa tahun ke depan. Hal ini perlu diadopsi oleh seluruh Pemerintah Daerah baik Propinsi maupun Kabupaten/Kota. Oleh karena itu, ketersediaan data merupakan suatu hal yang mutlak harus dipenuhi. Salah satu solusi terbaik untuk menanggapi hal tersebut adalah dengan membangun suatu sistem data base on line.
Bagi Kabupaten Asahan, sistem data base on line bukan merupakan hal yang baru. Gagasan untuk membangun suatu sistem data base on line di Kabupaten Asahan pernah lahir beberapa tahun lalu. Bahkan, instalasi internet di beberapa kecamatan untuk mendukung hal tersebut juga sudah pernah dibangun. Namun sampai saat ini, eksistensi sebuah sistem data base on line di Kabupaten Asahan belum juga terwujud. Tulisan ini merupakan suatu pokok pikiran mengapa sebuah sistem data base on line sangat dibutuhkan di Kabupaten Asahan.
1. Tidak tersedianya data yang valid, aktual dan seragam.
Data yang valid, aktual dan seragam adalah suatu benda yang langka di Kabupaten Asahan. Untuk mendapatkan data akhir tahun 2006 pada pertengahan tahun 2007 ini saja sangat sulit. Disamping itu, tidak jarang ditemukan beberapa data yang berbeda untuk item yang sama pada unit kerja yang berbeda. Hal ini tentu tidak akan terjadi bila Kabupaten Asahan memiliki sebuah sistem data base on line yang dijadikan referensi oleh seluruh unit kerja dimana setiap petugas dari masing-masing unit kerja wajib mengupdate data yang menyangkut fungsi unti kerjanya setiap minggu. Dengan demikian, data keadaan minggu lalu akan dapat dinikmati pada hari ini.
2. Data masih bersifat eksklusif.
Prinsip bahwa data bukan untuk dirahasiakan tapi untuk dipublikasikan belum berjalan dengan baik di Kabupaten Asahan. Untuk memperoleh suatu data, kadang dibutuhkan suatu proses yang panjang dan berbelit. Bahkan, kadang data yang dimaksud tidak diperoleh hanya karena orang yang menyimpan atau memahami data tersebut sedang tidak berada di tempat. Hal ini pasti tidak akan terjadi pada sebuah sistem data base on line. Untuk mendapatkan sebuah data, seseorang tidak perlu melalui sebuah proses panjang atau mencari orang tertentu karena setiap orang pasti dapat menyediakan data tersebut.
3. Wilayah Kabupaten Asahan yang sangat luas.
Dengan wilayah Kabupaten Asahan seluas 462.441 Ha, data menjadi suatu benda yang mahal. Untuk melakukan pertukaran data dari ibukota Kabupaten ke kecamatan atau antar kecamatan, dibutuhkan biaya transportasi yang tinggi, waktu yang lama dan prosedur yang panjang. Sebagai contoh, untuk mendapatkan data dari kecamatan, harus dilakukan suatu rapat koordinasi dan kecamatan baru dapat menyerahkan data yang diinginkan paling cepat 2 minggu kemudian. Hal ini juga pasti tidak akan terjadi bila ada sebuah sistem data base on line. Pertukaran data dari Kabupaten ke kecamatan atau antar kecamatan dapat dilakukan dalam hitungan menit.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa sebuah sistem data base on line adalah merupakan salah satu syarat yang mutlak dibutuhkan untuk mendukung proses perencanaan pembangunan daerah dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam hal ketersediaan data. Disamping itu, tersedianya data yang valid, aktual dan seragam akan meningkatkan atmosfer investasi di Kabupaten Asahan. Hal ini hanya dapat terwujud dengan adanya political will dari para pembuat kebijakan dan peran serta aktif seluruh pihak terkait.